Monday, April 28, 2008
1th Rafayra.com
Beberapa waktu terakhir jujur aja de menolak beberapa order rafayra.com. Memang saat ini de lebih membatasi diri. Bukannya sombong, cuma tenaga de ini sangat terbatas. Daripada de mengecewakan pembeli juga. Apalagi kalo dihitung keuntungan yang de dapat gak sebanding ma usaha yang harus de jalankan, de memilih untuk tidak melanjutkan transaksi.

Ada calon pembeli dari luar kota, kebetulan beliau sedang berada di jakarta. Untuk menghemat ongkos kirim, kami janjian ketemu di suatu tempat. Tapi ternyata de ada kesibukan dari kantor yang diluar rencana. De ajukan saran untuk dikirim via tiki aja, biaya nya cuma 10rb. Tapi beliau bilang "wah kalo gitu gak jadi hemat ongkir dong". Padahal de lebih milih ngirim aja. Gak nyusahin masing-masing pihak. Gpp deh ongkir 10rb itu de yang tanggung, toh ongkos taxi dari kantor de ke tempat pertemuan juga lebih dari itu. De tinggal telpon tiki untuk minta ambil barang, bayar, barang dikirim...selesai. Ya kan?

Ada nih orang nelpon, mo beli seragam senam untuk kantornya. Tapi tahap awal ini dia cuma mo order 10-15 potong dulu. Trus dia minta dikirimin contoh bahan untuk minta approval dari bosnya. Tau gak dia ngasih waktu berapa hari untuk order itu? 3 hari saja dari pesan sampai barang jadi. Lah ... emangnya kita sangkuriang apa? hihihihihi

Bedasarkan pengalaman bulk order yang pertama, de akan sharing disini bagaimana prosesnya. Biar calon pemesan yang kebetulan baca blog ini bisa mengerti bahwa membuat orderan khusus itu tidak semudah membalikan bantal.

Pertama, memilih bahan

De memberikan beberapa contoh bahan dari penjahit (biasanya pabrik ngirim katalog bahan ke penjahit secara berkala tiap ada jenis bahan baru). Dari bahan yang ada dalam katalog itu, belum tentu penjahit memiliki stok bahannya. Kalopun bahannya ada, belum tentu stok yang ada mencukupi untuk kebutuhan order. Dalam kondisi seperti itu, kita harus menunggu datangnya bahan dari pabrik sampai ke penjahit.

Kalo pemesan adalah pembeli langsung, pemilihan bahan bisa langsung terjadi saat itu juga. Tapi kalo pemesan bukan pembeli langsung (dia jual lagi ke orang lain) tentu proses aproval jenis bahan ini lebih makan waktu lagi. Karena dia harus minta persetujuan pembelinya, baru dia sampaikan ke de. Ini tentu membutuhkan waktu lebih dari 1-2 jam. Malah seringnya makan waktu 1-2 hari.

Kedua, pembuatan contoh

Sebelum memproduksi banyak (massal), de selalu minta penjahit untuk membuat 1 contoh dulu. Pembuatan pola, pengguntingan dan penjahitan membutuhkan waktu 2-3 hari (karena biasanya dilakukan disela kerjaan rutin yang berjalan). Setelah contoh bajunya jadi, pasti de akan minta approval pemesan. Kalo contoh tersebut sudah sesuai, produksi massal bisa langsung dijalankan. Tapi kalo masih ada kesalahan atau belum sesuai keinginan pemesan, tentu proses pembuatan contoh ini diulang lagi.

Ketiga, produksi massal

Sebenarnya kalo bahan dan contoh sudah sesuai, produksi massal ini bisa cepat dilakukan. Penjahit menyanggupi untuk produksi 5 lusin per hari (60 potong). Jadi kalo pesan 300 pcs aja bisa dikerjakan dalam waktu seminggu.

Keempat, QC & packaging

Walau dari pihak konveksi sudah melakukan Quality Control, biasanya de dan masguh tetap melakukan QC terakhir. Sebelum barang pesanan dimasukan dalam kemasan. Karena masih mahluk amphibi, maka QC ini cuma bisa kami lakukan setelah pulang kerja atau wiken. Untuk pesanan 300 pcs yang lalu, de dan masguh lakukan dari pulang kantor (sampe di konveksi jam 7an) selesai jam 12 malam. Keluar dari konveksi udah kaya cindrelela aja hehehe

------

Nah jadi sekarang kebayang dong, kalo de cuma dikasih waktu 3 hari untuk membuat 15 potong baju senam pria dan wanita, ukuran nya ada M-L-XL. hehehe

Saat de menolak order tersebut, calon pemesan masih mencoba alternatif lain "kalo beli bahannya aja boleh mbak?"

waduw.... maaf de cuma pedagang online nih, bukan toko kain di tanah abang. hihihihihi

---------

2 minggu lalu de terima email yang isinya peringatan kalo rafayra.com sudah mau habis. Berarti udah 1 tahun nih rafayra.com hadir dalam dunia maya. Betapa waktu cepat berlalu yah. Bukan gak berasa sama sekali sih. Buktinya surat peringatan itu datang untuk nunjukin kalo de udah harus bayar domain + hosting lagi. Berasa banget ngeluarin duitnya. hehehe

Walau jualan baju renang sudah de mulai sejak 2004, tapi tahun lalu itu de beneran bertekad untuk membuat bisnis ini menjadi sedikit lebih profesional. Yang tadinya cuma jualan melalui 1 halaman statis dalam blog, akhirnya de bikin domain khusus dengan design dan sistem online shop khusus. Yang tadinya gak peduli sama uang yang lalu lalang, akhirnya de bikin pembukuan.

Alhamdulillah dalam waktu 1 tahun ini ternyata omzet sudah 3/4 jalan menuju 9 digit (omzet tidak sama dengan profit). Gak nyangka ternyata banyak juga peredaran uang di dalam bisnis ini. Kalo lagi down atau sibuk banget, rasanya pingin nutup warung. Tapi biasanya de buka file pembukuan biar jadi semangat lagi karena liat angka-angka yang sliweran. hehehe

Banyak banget pelajaran yang de ambil hikmahnya dari menjalankan bisnis ini. Yang pasti de jadi tau bahwa untuk menjadi pedagang itu butuh banyaaakkk banget stok rasa sabar.

Semoga bisnis ini bisa terus berjalan, sampai tahun-tahun berikutnya. Amin


1 Comments:

Hi ini Lian..tidak menyangka dan menduga, tetanggaku yang pintar dan cantik ini berjiwa bisnis juga..hebat deh..ngomong2 aku pesan dong satu baju renang yg ukuran aku (tau kan body ku kaya apa)..yg harganya 175 itu warnanya yg saru dengan berat badanku ya..oh ya kalau gak muat atau kebesaran bisa ditukar gak?..salam

Post a Comment

<< Home

footer