Wednesday, July 11, 2007
Rafayra on WK Magz
Rafayra.com on magz


Alhamdulillah hanya terhitung 3 bulan sejak launching, rafayra.com bisa tampil di majalah Wirausaha dan Keuangan edisi Juli 2007. Senang...bangga...tapi juga ada rasa khawatir dalam hati saya.

Kesempatan ini datang begitu saja. Seorang wartawan dari WK mengirim SMS minta waktu untuk wawancara. Saya tidak kenal beliau dan belum pernah bertemu secara langsung. Jadi kalau kemarin ada menelpon saya dan bertanya "bayar berapa de biar bisa masuk majalah?"...jawabannya alhamdulillah GRATIS untuk yang ke 4 kalinya

Senang dan bangga tentu saja bergejolak dihati saya. Karena yang tadinya saya pikir akan dimuat 1/2 halaman...ternyata malah ada di halaman 28 dan 29. Apalagi majalah itu juga dikirim ke rumah. Mertua yang kebetulan datang pun jadi ikut melihat dan membaca semuanya. Komentar beliau cuma:
wah kamu serius jualan mbak? lah kok kami gak tau kalo udah sebesar ini. pantesan itu ada buntelan gede banget di kamar dan ada beberapa boneka (manekin) di gudang


Saya juga tidak menyangka akan sedemikian hasilnya. Tapi ketika terlihat usaha ini bisa menghasilkan...kenapa tidak mencoba untuk serius menjalaninya? Semoga ini hanya sebuah langkah awal dari Rafayra.com karena saya masih berharap kedepannya bisa lebih dari sekarang

Saat ini rafayra.com tidak lagi manual. Saya dibantu mas KSAN sang master dalam pembuatan online store application nya. Jadi sekarang lebih mudah untuk upload produk baru, manage web juga monitor order. Alhamdulillah...tepat saat majalah edisi juli itu resmi beredar dipasaran...rafayra.com juga tampil lebih rapih dan user friendly.

Senang dan bangga...tapi tetap saja ada rasa khawatir. Efek yang akan timbul dari tampilnya Rafayra.com dalam majalah ini pasti berlanjut. Order pasti akan lebih banyak, tapi tenaga dan waktu yang harus diberikan juga pasti lebih besar. Saya khawatir tidak akan sanggup menjalaninya. Apalagi ketika saya membaca tulisan dimajalah itu, sang wartawan lupa menuliskan URL website. Padahal disitu diceritakan bahwa saya hanya menjalani online business, tapi yang tercantum hanya nomor HP saya. Duh...saat ini saya banyak menerima telepon yang menanyakan alamat website.

Tapi rasa khawatir mulai sedikit menghilang...berganti dengan keyakinan bahwa usaha ini bisa menjadi bekal saya menuju cita-cita menjadi ibu rumahan berpenghasilan. Kalaupun saat ini saya masih bekerja, tidak lain karena saya sedang membangun jaringan yang lebih luas untuk kelangsungan bisnis ini dimasa depan.

Dan saya pun tidak dapat menolak ketika diminta oleh keluarga di dunia maya untuk turut meramaikan workshop NGEBLOG N NGEBIZZ di hotel sofyan tebet tgl 28 Juli 2007. Bahkan saya merasa sangat beruntung bisa dipercaya untuk menjadi moderator dalam acara yang saya yakin bisa membuka banyak mata hati dan pikiran orang untuk berani memulai bisnis. Karena materi yang akan diberikan antara lain aspek hukum bisnis, pemasaran, keuangan, networking dan blogging yang tidak hanya sekedar berisi informasi tetapi juga diikuti dengan latihan untuk menerapkannya.

Untuk yang baru memulai bisnis atau ingin mempunyai bisnis...ikut yuk (klik gambar dibawah ini)

Workshop Ngeblog sambil Ngebizz


Tuesday, July 3, 2007
How to start Rafayra.com
"Wah elo udah punya bisnis jadi pedagang sekarang, de?"

Pertanyaan itu sering diajukan ketika saya memberikan kartu nama RAFAYRA kepada keluarga atau teman.

Yah...setelah 3 tahun saya berjualan baju renang hanya melalui 1 halaman di blog ini, akhirnya bulan April 2007 saya beranikan diri untuk membeli domain khusus dan menyiapkan kartu nama bisnis. Bagi orang yang suka atau pernah membaca masrafa.com tentu tidak asing lagi melihat saya sebagai pedagang baju renang. Tapi untuk orang yang sehari-hari bertemu saya di dunia nyata, banyak yang tidak tahu tentang hal ini.

Awal jualan baju renang
Saya hobi sekali olahraga. Waktu STM dalam seminggu bisa 2x main basket, 2x berenang, dan setiap wiken naik sepeda dari cempaka putih ke senayan berdua kakak saya. Tapi sejak saya memakai jilbab (Okt 96), kegiatan olahraga saya tidak sesering sebelumnya. Terutama untuk berenang, karena jumlah kolam renang khusus muslimah masih dapat dihitung oleh jari tangan kanan saya. Kalo basket berhenti setelah saya menikah dan punya anak...aneh rasanya kalo ada yang lihat ibu-ibu masih main basket hehehe

Tetapi saya mencoba mencari solusinya. Mulai dari berenang dan snorkling menggunakan celana panjang+kaos+jilbab, sampe mencoba baju renang dari bahan parasut yang ketika saya masuk ke dalam air...tubuh saya terlihat seperti balon udara nyungsep ditengah laut hihihi

Tahun 2004 ketika saya berjalan disebuah ITC, saya melihat ada sebuah toko yang menjual sportware termasuk baju renang. Ketika saya tanyakan apakah saya bisa memesan model khusus, saya diberikan kartu nama pemilik toko yang ternyata juga memiliki konveksi baju olahraga. Saya mencoba memesan 1 buah baju renang khusus muslimah, tetapi diberi syarat minimal 6 stel. Saat itu saya PD aja memesan, sambil mencoba menawarkan ke teman-teman 5 baju yang lain. Karena memang saya hanya butuh 1 bukan 6. Ternyata responnya sungguh diluar dugaan. Ada beberapa orang lagi yang memesan baju renang tersebut. Apalagi ketika saya posting di blog ini cerita tentang kegiatan saya berenang bersama Rafa.

Jualan diblog
Akhirnya saya membuat 1 halaman khusus diblog ini untuk jualan. Saya jalani dengan 1/3 hati. Saya tidak menganggap usaha ini sebagai sesuatu yang menjanjikan. Saya hanya ingin membantu muslimah lain yang mengalami kesulitan seperti yang saya rasakan dulu. Tapi semakin lama, email permintaan terus berdatangan. Alhamdulillah laba yang dihasilkan bisa digunakan untuk bayar listrik dirumah.

Membuat website khusus
Melihat permintaan yang meningkat tajam sejak akhir tahun 2006, saya berpikir untuk merubah pola bisnis. Yang tadinya saya menjual ketika ada pesanan, saya mencoba untuk mempunyai stok untuk dijual. Alhamdulillah suami rela menyisihkan tabungan nya untuk dijadikan modal. Akhirnya masguh sekarang berperan sebagai investor merangkap kuli panggul ketika menemani saya ke konveksi. hehe

Ternyata kuli panggul protes karena semakin hari beban panggulan semakin berat. Masguh meminta saya untuk membuat pembukuan untuk memantau perkembangan bisnis ini. Dan supaya terlihat profesional, sebagian modal itu dibelikan domain+hosting juga stok 2 lusin. Alhamdulillah untuk design website dibantu oleh mbak astri, karena saya tidak memiliki sense of art.

Setelah dibuat pembukuan, terlihat bahwa ternyata bisnis ini menjanjikan dan bisa dijadikan persiapan saya untuk menjadi Ibu Rumahan Berpenghasilan. Tapi untuk sementara ini, semua laba yang didapat dijadikan modal kembali untuk memperkaya jenis produk.

Masguh bilang, kalau dulu jalan ke ITC saya selalu gatel membeli barang ini itu, sekarang saya gatel untuk menjadikan barang itu sebagai bagian dari produk Rafayra.com. Saya selalu diingatkan untuk fokus pada target market dan tagline yang sudah digaungkan dalam logo Rafayra.com


kok cuma jualan online?
saya masih pengecut! itu alasan kenapa saya hanya berjualan online. Saya belum memiliki mental pedagang. Saya masih takut menghadapi penolakan. Dengan berjualan online, saya tidak perlu berhadapan langsung dengan pembeli. Dengan menampilkan katalog produk, hanya orang yang tertarik yang akan mengirim email order. Saya tidak perlu menawarkan, karena saya belum siap menjawab pertanyaan "bisa dibayar berapa kali nih de?"

it's an online catalog
Yupe...it's only an online catalog NOT online store!

Kenapa begitu? karena pembayaran yang dilakukan masih manual melalui transfer bank lokal indonesia. Belum bekerja sama dengan credit card atau paypal.

www.rafayra.com
Nama domain ini jelas diambil dari nama 2 anak saya (Rafa - Fayra)...untung nama mereka bisa disambung. Dengan tagline Active Muslimah Wear. Harapannya sih rafayra.com bisa memberikan alternatif kepada para muslimah yang ingin tampil menarik, chic dan tetap menjalankan perintah agama untuk menutup aurat.

Produk yang ada sekarang yah sekitar kebutuhan muslimah. Yang utama adalah baju renang dan baju senam. Trus ditambah aksesoris hasil kolaborasi dengan seorang teman kantor yang telaten mengajari saya untuk bisa membuat aksesoris sendiri. Sekarang merambah ke tunik dan gamis dari bahan kaos hasil kolaborasi dengan seorang kenalan yang kebetulan designer dan produsen kaos dari Bandung. Masih mengutamakan kenyamanan dan model yang trendy. Kelihatan kan saya tidak punya sense of art, karena itu saya butuh teman-teman tersebut untuk design.

Bagaimana menjalankannya?
Tidak seperti bisnis sahabat yang dikelola bersama 2 orang temannya, bisnis mereka bisa lari kencang karena layaknya bajaj beroda 3 yang bisa nyalip dan ngepot.

Bisnis ini saya jalani seorang diri. Menjalaninya seperti bermain sepeda beroda 1 dalam sirkus, butuh konsentrasi dan penuh keseimbangan. Dari proses upload produk yang saat ini masih manual melalui tag HTML, cek email order, ambil stok ke konveksi, pengecekan rekening, sampai packing dan pengiriman barang ke perusahaan kurir.

Saya melakukannya ditengah kesibukan kerja dikantor (biasanya pagi sebelum jam mulai kerja, siang saat jam makan, sore setelah jam pulang dan menunggu masguh menjemput), mengurus 2 orang anak + 1 suami + 1 rumah, kadang masih disambi membuat kue ulang tahun pesanan teman atau keluarga.

Saya hebat? TIDAK juga. Kadang saya merasa capek dan malas mengupdate katalog. Kadang saya menunda membalas email sampai seisi rumah tidur (yah benar...saya suka online tengah malam dirumah kalau belum capek). Kadang semangat saya turun dan naik. Untuk itu saya bergabung dengan milis bundainbiz dan komunitas tangandiatas untuk melihat semangat pebisnis lain dan berharap ikut terbakar semangat mereka. Menjalani ini semua hanya butuh MANAJEMEN WAKTU dan komitmen.

Ada beberapa quote yang selalu membakar semangat saya:

Anda tidak perlu menjadi hebat untuk memulai, tapi mulailah untuk menjadi hebat


dan

Gagal + 1kali lagi mencoba = SUKSES



Ada teman yang bilang "ih itu mimpi gw banget loh de bisa kaya kamu punya bisnis sendiri"

Saya cuma bisa jawab "Gimana bisa jadi kenyataan, kalo sekarang kamu masih tidur dan bermimpi sedangkan de udah berlari menjalaninya?"

Saya menulis ini tidak ada maksud untuk pamer atau sombong. Hanya menjawab pertanyaan beberapa orang yang penasaran. Saya berharap postingan kali ini bisa membakar semangat orang lain untuk ikut START YOUR OWN BUSINESS.

kalo saya bisa....ANDA PASTI BISA!!!!


footer